
Persoalan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda. Berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STAI Al-Falah Cicalengka Bandung melaksanakan Program PELITA (Peduli Lingkungan dan Tata Sampah) di Desa Kasomalang Wetan, Kabupaten Subang.
Salah satu aksi nyata dalam program tersebut adalah pembangunan prototipe Waste Station atau titik pilah sampah yang dirancang dengan konsep edukatif dan menarik. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.

Program PELITA merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKM mahasiswa STAI Al-Falah Cicalengka Bandung yang berlangsung sejak 31 Juli hingga 31 Agustus 2026. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa tidak hanya melaksanakan program akademik, tetapi juga berupaya menghadirkan gagasan dan solusi sederhana terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Desa Kasomalang Wetan. Kehadiran Waste Station diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik.

Sekretaris Desa Kasomalang Wetan, Zeinal Mupti, yang juga menjadi pembimbing mahasiswa KKM dari pihak desa, mengapresiasi gagasan dan aksi nyata yang dilakukan mahasiswa STAI Al-Falah Cicalengka Bandung.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran dan kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan.
“Program PELITA ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Kami berharap kehadiran Waste Station ini bukan hanya menjadi tempat membuang sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah,” ujarnya.


Ia menilai mahasiswa KKM STAI Al-Falah Cicalengka Bandung telah menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui program yang menyentuh persoalan nyata di lingkungan masyarakat.
Keunikan desain Waste Station juga diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda. Dengan pendekatan yang lebih dekat dan mudah dipahami, edukasi mengenai pentingnya memilah sampah diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang terus berkembang.

Lebih lanjut, Zeinal berharap prototipe tersebut dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di Desa Kasomalang Wetan. Namun demikian, keberhasilan program tetap membutuhkan konsistensi dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.
“Harapan kami, ini menjadi awal dari perubahan kebiasaan. Kalau masyarakat mulai terbiasa memilah sampah dan peduli terhadap lingkungan, sedikit demi sedikit volume sampah bisa dikurangi,” katanya.
Melalui Program PELITA, mahasiswa KKM STAI Al-Falah Cicalengka Bandung ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, serta membangun kesadaran bersama merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen mahasiswa STAI Al-Falah Cicalengka Bandung dalam menjalankan peran perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selama satu bulan menjalankan KKM di Desa Kasomalang Wetan, mahasiswa diharapkan tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat dan kontribusi nyata bagi lingkungan tempat mereka mengabdi.

Editor
Artikel Lainnya
Perbaikan Item